Maurizio Sarri menyalahkan kondisi lapangan di Dacia Arena, namun merasa senang karena Napoli berhasil menang atas Udinese meski diraih dengan cara yang buruk.

Jorginho mencetak satu-satunya gol melalui hasil rebound dari tendangan penalti. Hasil 1-0 ini membuat Napoli kembali merebut posisi puncak dari Inter.

“Kami berjuang lebih banyak di tahun-tahun sebelumnya saat pertandingan seperti ini. Ini adalah sesi latihan yang bagus dalam bertahan, menahan dan mengontrol bola. Kami menunjukkan kualitas yang kurang dari biasanya, tapi itu tak terelakkan,” kata sang Pelatih kepada Mediaset Premium.

“Tidak mudah bermain di lapangan ini, dalam kondisi mengerikan dan nyaris tidak memenuhi syarat untuk bermain sepakbola papan atas. Kami membutuhkan tiga sentuhan hanya untuk mengontrol bola.”

“Sepertinya perbaikan yang bisa kita buat musim ini adalah memenangkan permainan ‘jelek‘ dan itu memungkinkan kita mendapatkan hasil yang kita butuhkan meski bermain dengan tidak baik.”

Penting untuk mendapatkan kemenangan dan tetap berada di puncak klasemen sampai pertarungan Jumat depan dengan Juventus.

“Kurasa klasemen tidak berarti banyak sekarang. Anda tidak bisa mengatakan satu pertandingan dapat berpengaruh untuk menentukan klasemen bila ada tujuh bulan lagi.”

“Bila ada lima tim yang bersaing dengan jarak beberapa poin, satu hasil pertandingan bisa membuat Anda jatuh dari puncak ke urutan keempat. Saya melihat ini sebagai pertandingan bergengsi yang disukai penggemar kami dengan cara tertentu, jadi kami harus memberikan semuanya, tapi saya menganggapnya tidak penting untuk klasemen ini.”

Sarri jarang merotasi skuadnya, tapi bersikeras itu bukan ketegangan fisik pada pemainnya.

“Sejak bulan Agustus, kami telah bermain 1 pertandingan setiap tiga hari, jadi istirahat akan diperlukan sebelum kami bisa mengerjakan taktik. Karena itu, hari ini gerakan defensif itu bagus dan jika kita menjadi tim yang solid, kita sudah mendapat kualitas serangan untuk menyelesaikan pekerjaan.”

“Risiko bermain terlalu sering adalah kelelahan mental daripada fisik, terutama di Liga Champions. Pada hari-hari setelah itu, Anda akan mengalami penurunan dan sulit bersemangat lagi untuk pertandingan berikutnya. “

SHARE