Paris Saint-Germain bersedia membiarkan gelandang mereka, Hatem Ben Arfa untuk meninggalkan klub pada bulan ini menurut The Sun.

Pemain berusia 30 tahun itu belum tampil sama sekali pada musim ini dan baru delapan kali bermain di semua kompetisi sejak tiba di klub dengan status bebas transfer dari Nice pada Juli 2016.

The Sun juga melaporkan pada bulan November bahwa Leicester City mengamati orang Prancis tersebut. Bos The Foxes, Claude Puel bekerja dengan Ben Arfa selama musim 2015-16 di Nice, di mana ia mencetak 18 gol. Jadi, reuni mungkin bisa saja terjadi.

Ada satu lagi mantan manajer Ben Arfa di Liga Primer yang mungkin lebih membutuhkannya daripada Puel, yakni Alan Pardew dari West Bromwich Albion yang kini duduk di posisi 19 papan klasemen Liga Inggris dan belum pernah memenangkan pertandingan liga sejak Agustus.

Albion kurang memiliki potensi dan kreativitas, ini membuat Pardew perlu membawa pemain dengan bakat menyerang lebih banyak lagi jika dia ingin membuat The Baggies bisa merangkak dari zona degradasi.

Pardew dan Ben Arfa menghabiskan tiga setengah tahun bersama di St James ‘Park. Selama periode tersebut, Newcastle berada di posisi kelima pada tahun 2012 dan mantan pemain Marseille itu telah mencetak 14 gol.

Hubungan mereka tidak selalu sempurna. Pardew sering mengkritik tataran dan sikap kerja Ben Arfa namun terkadang mendapat respon darinya.

Ben Arfa adalah karakter maverick tapi dia tipe pemain eksplosif yang tidak dapat diprediksi. Dia bisa mencetak dan menciptakan gol dan satu-satunya pemain yang sejenis dengan karakternya di The Hawthorns adalah Nacer Chadli, yang telah berjuang pada musim ini melawan cedera.

Tidak diragukan lagi bahwa orang Prancis itu akan menjadi risiko tapi Pardew dan West Brom perlu mengambil beberapa dari mereka untuk tetap terjaga.

Ben Arfa harus layak secara finansial dan Pardew setidaknya akan membawa pemain yang dia kenal dan seseorang yang ingin membuktikan dirinya sehingga dia layak dipertimbangkan.

SHARE